Selamat datang di gubuk sederhana..

ini tempat aku berbagi..
merasa..
menikmati..
dan menghibur diri..

Total Pengunjung

Rabu, 29 Oktober 2008

Ada apa dengan tua..??

Kutatap kembali cermin di depanku..
Masih terlihat jelas gurat-gurat kepenatan yang setia menghiasi wajahku sejak beberapa hari kemarin..
Guratan kulit yang dikalahkan oleh waktu..
Semakin tuakah aku..?
Senyum yang terlihat agak tidak teratur..
Rambut yang semakin memutih satu demi satu..
Letih dalam melangkah..
Semakin tuakah aku..?
Cermin..
Tunjukkan aku kehidupanku selama ini..
Tunjukkan aku apa yang telah kulakukan selama ini..
Istriku yang cantik yang selalu menemani..
Anak-anakku yang telah berhasil mencapai tujuan mereka..
Teringat saat susah kita merangkak bersama..
Sudah seharusnya bahagia kita rasakan bersama..
Apa lagi yang kucari..?
Apa lagi yang kuingini..?
Cermin..
Kenapa harus ada bayangan indah lain yang kau pantulkan ke hadapanku..?
Dan yang lebih parah lagi, kenapa aku harus tersilaukan olehnya..?
Apa yang kucari..?
Apa yang kuingini..?
Apakah semua keindahan yang berjalan pada jalan yang semestinya harus berakhir..?
Apakah aku bisa menggantinya dengan yang lain..
Lalu, untuk apa pengorbanan kami selama ini..?
Apakah akan sia-sia..?
Apakah akan terganti oleh kebahagiaan semu..?
Cermin..
Aku tersadar betapa semakin umurku bertambah..
Seharusnya aku semakin kuat menghadapi tantangan hidup..
Puluhan tahun aku berjuang..
Beribu hambatan telah aku lalui dengan ditemani keringat darah dan juga air mata..
Dan sekarang, seharusnya aku bersyukur karena kami semua masih bersama..
Jadi, apa yang kucari..?
Jadi, apa yang kuingini..?
Cermin..
Satu yang aku sadari..
Menghadapi tantangan ekonomi, seberapapun beratnya..
Aku masih bisa menghadapinya..
Tantangan hati..?
Mungkin butuh kemampuan lebih..
Tapi cermin..
Setidaknya saat aku hampir salah dalam berjalan..
Dengan melihatmu, aku bisa melihat istriku, anak-anakku, hidup dan harapan mereka, dan juga perjalanan kami..
Dalam diam kau mengingatkanku..
Aku memang semakin tua..
Aku mungkin semakin letih..
Senyum mereka..
Tangis mereka..
Menyadarkanku bahwa, dengan bersama mereka..
Menjaga mereka..
Itulah yang seharusnya kupertahankan..
Itulah yang seharusnya kuinginkan..
Dan penantianpun berakhir..
*teruntuk "mu"*
Semoga selalu tegar dalam menghadapi setiap cobaan hati..